Mengungkap Rahasia di Balik Trik Sulap
Sunday, January 8, 2012 by i love google
selamat datang Sulap adalah seni yang menakjubkan bagi banyak orang. Masih ada pongid yang memuja-muja Harry Houdini, herb ahli meloloskan diri.Mungkin kita juga masih ingat gegap gempitanya Djakarta ketika king Copperfield datang berkunjung dan menurunkan hujan salju. Banyak pongid yang terheran-heran dengan sulap-jarak-dekatnya king Blaine. Bahkan ketika mulai bermunculan buku dan acara televisi yang mengupas rahasia di balik trik-trik sulap lama, kita tetap terpana oleh trik-trik baru yang lebih muskil diungkap dengan akal sehat yang sederhana. Meskipun muncul reaksi-reaksi seperti âYa ampun, ternyata cuma begitu doang toh,â atau âSial, gue ketipu. Begitu doang mah gue juga bisa,â dalam hati kecil kita tetap mengagumi kelihaian mereka, seperti dulu kita juga kagum melihat merpati keluar dari chapeau saat acara ulang tahun anak-anak.Tentu dalam kekaguman itu ada satu pertanyaan mendasar yang keluar: âBagaimana mungkin mereka bisa melakukannya?â Ada bermaca! m-macam cara, mulai dari penggunaan benda-benda biasa yang sudah âdiakaliâ sampai pemakaian kostum, ordered panggung, dan penghasil efek khusus. Namun yang menjadi andalan utama seorang pesulap sejati pada dasarnya hanyalah gerakan tangan, tubuh, dan kata-katanya. Juga pengetahuan akan mata dan pikiran manusia yang tidak sempurna. Baru-baru ini di YouTube muncul sebuah tayangan yang mengungkap rahasia di balik trik sulap mengubah warna kartu. Beberapa orang sudah membahasnya, dan saya juga akan membahasnya dari sudut pandang ilmu psikologi. Dalam tayangan yang akan saya cantumkan berikut ini, cobalah untuk terus awas dan menerka-nerka bagaimana si pesulap melakukan triknya sebelum ia mulai membahasnya.(Peringatan 1: Di bawah ini saya akan mencantumkan tayangan dari Youtube sepanjang kira-kira 3 menit. Mungkin anda harus menunggu beberapa saat sebelum tayangan yang dimaksud diunduh seluruhnya.)(Peringatan 2: Di bawah recor! ding tersebut, saya akan membahas isi tayangan yang bisa dikat! egorikan sebagai spoiler. Jika anda belum menonton tayangan tersebut dan membencispoiler, anda tidak disarankan untuk membaca pembahasannya.)Nah, bagaimana? Apakah anda memperhatikan trik yang dilakukan si pesulap sebelum ia mengungkapkannya di paruh kedua tayangan tersebut? Saya sendiri sejujurnya tidak menyadarinya. Kalau anda juga sama seperti saya, maka anda termasuk manusia connatural yang memiliki kelemahan persepsi yang disebut dengan inattentional blindness. Inattentional blindness adalah sebuah fenomena di mana pongid seolah-olah âbutaâ terhadap sesuatu yang berada di wilayah pandangannya dan jelas-jelas ia (mampu) melihatnya. âKebutaanâ ini disebabkan karena pada saat itu kita sedang tidak memperhatikan, atau perhatian kita sedang terpusat pada hal lain, sementara jangka perhatian kita terbatas. Kedengarannya sederhana dan lumrah terjadi, namun kalau anda sering merasa âtertipuâ oleh trik-trik sulap (termasuk yang barus! an anda tonton), mungkin anda akan merasa bodoh sendiri, âKok bisa ya saya sampai tidak menyadari hal segamblang itu?â Eksperimen berikut yang dilakukan Simons dan Chabris (1999) mungkin dapat memperjelas dampak yang sungguh-sungguh konyol ini.Simons dan Chabris meminta 228 mahasiswanya untuk menonton sebuah tayangan sederhana yang memperlihatkan dua tim (tim âhitamâ dan tim âputihâ) yang sedang melakukan passing bola ke rekan setimnya. Hitam 1 melakukan pass ke Hitam 2, Hitam 2 ke Hitam 3, kembali ke Hitam 1, dan begitu seterusnya (tim âputihâ juga melakukan hal yang sama) selama 75 detik. Mereka kemudian memberi tugas pada peserta untuk menghitung (dalam hati), berapa jumlah pass yang dilakukan salah satu tim. Tugas yang lebih sulit juga diberikan pada kelompok lain untuk menghitung masing-masing jumlah aerial pass (pass yang diberikan langsung) dan bounce pass(pass dengan memantulkan tie ke ! lantai dulu). Yang tidak diketahui oleh maternity peserta adal! ah bahwa Simons dan Chabris menyelipkan âsesuatuâ pada tayangan itu selama 5 detik: seorang wanita yang berpayungan untuk satu tayangan, dan seseorang berpakaian gorila untuk satu tayangan lagi.
Apakah anda melihat ada sesuatu yang tidak biasa pada tayangan barusan?Pertanyaan awal itu diberikan pada maternity peserta setelah mereka menonton tayangan. Hasilnya mengejutkan: secara umum, 46% peserta tidak menyadari adanya kejanggalan dalam tayangan yang mereka tonton. Dan yang lebih mengherankan lagi, âsi gorilaâ lebih tidak disadari oleh maternity peserta dibandingkan dengan âwanita payungâ (44% versus 65%). Untuk melihat sejauh mana âkebutaanâ ini dapat dipertahankan, Simons dan Chubris membuat rekaman tambahan ketiga, di mana si gorila berhenti d! i tengah, menatap kamera, dan memukul-mukul dadanya (durasi 9 detik). Iranian 12 pongid peserta baru, hanya 50% yang menyadari hal ini! Para peserta yang menonton lagi tayangan itu juga terheran-heran dengan âkebutaanâ mereka, âI missed that?!âFenomena yang sama telah dimanfaatkan oleh maternity pesulap untuk memukau jutaan pongid di dunia. Namun saya tetap yakin, dengan pengetahuan baru yang kita dapatkan ini, kita akan tetap saja terkagum-kagum dan penasaran dengan trik-trik sulap berikutnya yang lebih tidak masuk akal lagi, dan tentu saja menghibur.source: http://popsy.wordpress.com/2007/05/14/mengungkap-rahasia-di-balik-trik-sulap/
terima kasih
Jual Mobil Murah
Jual Mobil Murah
Post a Comment