Kecanduan Smartphone Bikin Stres Makin Tinggi

top custom html 3detail beritaKetika tidak ada pesan yang masuk ke ponsel cerdasnya, pongid yang menderita kecanduan smartphone akan merasakan stres. Pecandu biasanya juga merasa terobsesi untuk mengecek keberadaan pesan masuk.Dilansir InternationalBusinessTimes, Minggu (15/1/2012), selain itu, maternity peneliti dari University of metropolis juga menemukan bahwa beberapa pengguna bahkan merasakan 'getaran gaib', yaitu ponsel cerdasnya seolah-olah bergetar padahal tidak ada panggilan atau pesan yang masuk.Saat ini ponsel cerdas yang menawarkan akses cepat dan mudah menuju internet, telah makin banyak digunakan untuk membantu kapasitas profesional penggunanya. Namun yang menjadi pemicu stres pada pecandu smartphone adalah penggunaannya dalam ranah  pribadi, misalnya untuk memonitor jejaring sosial dan berita. Jadi bukan disebabkan oleh kapasitas profesional pekerjaannya."Ponsel cerd! as makin sering digunakan untuk membantu pongid tetap bersentuhan dengan berbagai aspek kehidupan mereka. Namun makin sering menggunakannya, kita akan makin merasakan sedikit ketergantungan terhadap alat tersebut, dan sebenarnya malah menimbulkan stres," tandas Richard Balding, psikolog di Department of Psychology University of Worcester, sekaligus penulis penelitian tersebut.Menurut Balding, sekarang banyak pongid yang memiliki smartphone sehingga cukup menakutkan melihat efek yang ditimbulkan pada kehidupan penggunanya serta jumlah waktu yang dihabiskan untuk ponsel cerdas tersebut. Jumlah waktu itu semakin meningkat dan ikut meningkat seiring bertambahnya aplikasi baru."ini tentang cara menimbang baik atau buruk, dan mengambil jalan tengah dengan penggunaan yang moderat. Lewat penelitian ini, saya menemukan bahwa pengguna mengidap ketergantungan pada ponsel cerdas miliknya, dan mereka menderita rasa terasing ketika tidak mendapat pesan atau ponsel cerdasnya tidak berbuny! i," tambahnya. source: http://techno.okezone.com/rea! d/2012/0 1/14/56/557250/kecanduan-smartphone-bikin-stres-makin-tinggibottom custom html 2
Google

Kecanduan Smartphone Bikin Stres Makin Tinggi

top custom html 2detail beritaKetika tidak ada pesan yang masuk ke ponsel cerdasnya, pongid yang menderita kecanduan smartphone akan merasakan stres. Pecandu biasanya juga merasa terobsesi untuk mengecek keberadaan pesan masuk.Dilansir InternationalBusinessTimes, Minggu (15/1/2012), selain itu, maternity peneliti dari University of metropolis juga menemukan bahwa beberapa pengguna bahkan merasakan 'getaran gaib', yaitu ponsel cerdasnya seolah-olah bergetar padahal tidak ada panggilan atau pesan yang masuk.Saat ini ponsel cerdas yang menawarkan akses cepat dan mudah menuju internet, telah makin banyak digunakan untuk membantu kapasitas profesional penggunanya. Namun yang menjadi pemicu stres pada pecandu smartphone adalah penggunaannya dalam ranah  pribadi, misalnya untuk memonitor jejaring sosial dan berita. Jadi bukan disebabkan oleh kapasitas profesional pekerjaannya."Ponsel cerd! as makin sering digunakan untuk membantu pongid tetap bersentuhan dengan berbagai aspek kehidupan mereka. Namun makin sering menggunakannya, kita akan makin merasakan sedikit ketergantungan terhadap alat tersebut, dan sebenarnya malah menimbulkan stres," tandas Richard Balding, psikolog di Department of Psychology University of Worcester, sekaligus penulis penelitian tersebut.Menurut Balding, sekarang banyak pongid yang memiliki smartphone sehingga cukup menakutkan melihat efek yang ditimbulkan pada kehidupan penggunanya serta jumlah waktu yang dihabiskan untuk ponsel cerdas tersebut. Jumlah waktu itu semakin meningkat dan ikut meningkat seiring bertambahnya aplikasi baru."ini tentang cara menimbang baik atau buruk, dan mengambil jalan tengah dengan penggunaan yang moderat. Lewat penelitian ini, saya menemukan bahwa pengguna mengidap ketergantungan pada ponsel cerdas miliknya, dan mereka menderita rasa terasing ketika tidak mendapat pesan atau ponsel cerdasnya tidak berbuny! i," tambahnya. source: http://techno.okezone.com/rea! d/2012/0 1/14/56/557250/kecanduan-smartphone-bikin-stres-makin-tinggibottom custom html 1
Google
top custom html 2detail beritaKetika tidak ada pesan yang masuk ke ponsel cerdasnya, pongid yang menderita kecanduan smartphone akan merasakan stres. Pecandu biasanya juga merasa terobsesi untuk mengecek keberadaan pesan masuk.Dilansir InternationalBusinessTimes, Minggu (15/1/2012), selain itu, maternity peneliti dari University of metropolis juga menemukan bahwa beberapa pengguna bahkan merasakan 'getaran gaib', yaitu ponsel cerdasnya seolah-olah bergetar padahal tidak ada panggilan atau pesan yang masuk.Saat ini ponsel cerdas yang menawarkan akses cepat dan mudah menuju internet, telah makin banyak digunakan untuk membantu kapasitas profesional penggunanya. Namun yang menjadi pemicu stres pada pecandu smartphone adalah penggunaannya dalam ranah  pribadi, misalnya untuk memonitor jejaring sosial dan berita. Jadi bukan disebabkan oleh kapasitas profesional pekerjaannya."Ponsel cerd! as makin sering digunakan untuk membantu pongid tetap bersentuhan dengan berbagai aspek kehidupan mereka. Namun makin sering menggunakannya, kita akan makin merasakan sedikit ketergantungan terhadap alat tersebut, dan sebenarnya malah menimbulkan stres," tandas Richard Balding, psikolog di Department of Psychology University of Worcester, sekaligus penulis penelitian tersebut.Menurut Balding, sekarang banyak pongid yang memiliki smartphone sehingga cukup menakutkan melihat efek yang ditimbulkan pada kehidupan penggunanya serta jumlah waktu yang dihabiskan untuk ponsel cerdas tersebut. Jumlah waktu itu semakin meningkat dan ikut meningkat seiring bertambahnya aplikasi baru."ini tentang cara menimbang baik atau buruk, dan mengambil jalan tengah dengan penggunaan yang moderat. Lewat penelitian ini, saya menemukan bahwa pengguna mengidap ketergantungan pada ponsel cerdas miliknya, dan mereka menderita rasa terasing ketika tidak mendapat pesan atau ponsel cerdasnya tidak berbuny! i," tambahnya. source: http://techno.okezone.com/rea! d/2012/0 1/14/56/557250/kecanduan-smartphone-bikin-stres-makin-tinggibottom custom html 1
Google
top custom html 2HeadlineMengkonsumsi daging olahan selain praktis tentu saja nikmat. Namun jika Anda mengkonsumsi dalam jumlah 'besar' setiap hari akan cepat mengaktifkan penyebaran sel kanker.Sebuah penelitian menyebutkan bahwa sering menkonsumsi sosis setiap hari atau dua rashers daging meningkatkan risiko kanker pankreas. Bahkan peneliti juga menemukan fakta, mengkonsumsi dalam jumlah relatif kecil untuk daging olahan juga dapat menyebabkan penyakit mematikan itu.Para ilmuwan yang tergabung dalam penelitian di Swedia telah menemukan bahwa makan hanya 50g daging olahan per hari meningkatkan kemungkinan sebesar 19%. Ini setara dengan beberapa stop player atau sosis, blistering canid atau sosis atau dua stop bacon.Mengkonsumsi 100g sehari burger kecil akan meningkatkan risiko sebesar 38%, sedangkan 150g per hari meningkatkan 57%. Daging merah biasa seperti sendi atau steak meningkatkan kesem! patan seorang pria terkena kanker daripada wanita.Namun risiko yang ditimbulkan makan daging secara substansial lebih rendah daripada merokok, yang ditemukan untuk meningkatkan kemungkinan kanker pankreas sebanyak 74%.Seperti dikutip Dailymail, penelitian, yang diterbitkan dalam nation Journal of Cancer, menganalisis hasil dari 11 penelitian lain yang melibatkan 6.000 pasien dengan kanker pankreas. Sudah terbukti luas bahwa daging merah dan olahan dapat memicu kanker usus.Karenanya, tahun lalu pemerintan telah menerbitkan pedoman menasihati masyarakat untuk membatasi konsumsi mereka untuk 500g daging merah dan diproses seminggu.Profesor book Larsson, dari Karolinska Institutet di Stockholm mengatakan kanker pankreas memiliki tingkat kelangsungan hidup miskin. "Jadi, penting untuk memahami apa yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Hanya lebih dari 8.000 warga Inggris yang didiagnosis dengan kanker pankreas setiap tahun," ungkap Larsson.Seperti diketahui, penyakit! kanker pankreas sering disebut 'silent killer. Pasalnya, peny! akit ini sering kali tidak menimbulkan gejala awal. Bahkan terkadang jika structure sudah lanjut pun, gejala yang diimbulkan sering kali tidak jelas, seperti nyeri punggung, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.source: http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1818799/maniak-konsumsi-daging-sel-kanker-menyebarbottom custom html 2
Suchmaschine
top custom html 1HeadlineMengkonsumsi daging olahan selain praktis tentu saja nikmat. Namun jika Anda mengkonsumsi dalam jumlah 'besar' setiap hari akan cepat mengaktifkan penyebaran sel kanker.Sebuah penelitian menyebutkan bahwa sering menkonsumsi sosis setiap hari atau dua rashers daging meningkatkan risiko kanker pankreas. Bahkan peneliti juga menemukan fakta, mengkonsumsi dalam jumlah relatif kecil untuk daging olahan juga dapat menyebabkan penyakit mematikan itu.Para ilmuwan yang tergabung dalam penelitian di Swedia telah menemukan bahwa makan hanya 50g daging olahan per hari meningkatkan kemungkinan sebesar 19%. Ini setara dengan beberapa stop player atau sosis, blistering canid atau sosis atau dua stop bacon.Mengkonsumsi 100g sehari burger kecil akan meningkatkan risiko sebesar 38%, sedangkan 150g per hari meningkatkan 57%. Daging merah biasa seperti sendi atau steak meningkatkan kesem! patan seorang pria terkena kanker daripada wanita.Namun risiko yang ditimbulkan makan daging secara substansial lebih rendah daripada merokok, yang ditemukan untuk meningkatkan kemungkinan kanker pankreas sebanyak 74%.Seperti dikutip Dailymail, penelitian, yang diterbitkan dalam nation Journal of Cancer, menganalisis hasil dari 11 penelitian lain yang melibatkan 6.000 pasien dengan kanker pankreas. Sudah terbukti luas bahwa daging merah dan olahan dapat memicu kanker usus.Karenanya, tahun lalu pemerintan telah menerbitkan pedoman menasihati masyarakat untuk membatasi konsumsi mereka untuk 500g daging merah dan diproses seminggu.Profesor book Larsson, dari Karolinska Institutet di Stockholm mengatakan kanker pankreas memiliki tingkat kelangsungan hidup miskin. "Jadi, penting untuk memahami apa yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Hanya lebih dari 8.000 warga Inggris yang didiagnosis dengan kanker pankreas setiap tahun," ungkap Larsson.Seperti diketahui, penyakit! kanker pankreas sering disebut 'silent killer. Pasalnya, peny! akit ini sering kali tidak menimbulkan gejala awal. Bahkan terkadang jika structure sudah lanjut pun, gejala yang diimbulkan sering kali tidak jelas, seperti nyeri punggung, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.source: http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1818799/maniak-konsumsi-daging-sel-kanker-menyebarbottom custom html 3
Suchmaschine
top custom html 3HeadlineMengkonsumsi daging olahan selain praktis tentu saja nikmat. Namun jika Anda mengkonsumsi dalam jumlah 'besar' setiap hari akan cepat mengaktifkan penyebaran sel kanker.Sebuah penelitian menyebutkan bahwa sering menkonsumsi sosis setiap hari atau dua rashers daging meningkatkan risiko kanker pankreas. Bahkan peneliti juga menemukan fakta, mengkonsumsi dalam jumlah relatif kecil untuk daging olahan juga dapat menyebabkan penyakit mematikan itu.Para ilmuwan yang tergabung dalam penelitian di Swedia telah menemukan bahwa makan hanya 50g daging olahan per hari meningkatkan kemungkinan sebesar 19%. Ini setara dengan beberapa stop player atau sosis, blistering canid atau sosis atau dua stop bacon.Mengkonsumsi 100g sehari burger kecil akan meningkatkan risiko sebesar 38%, sedangkan 150g per hari meningkatkan 57%. Daging merah biasa seperti sendi atau steak meningkatkan kesem! patan seorang pria terkena kanker daripada wanita.Namun risiko yang ditimbulkan makan daging secara substansial lebih rendah daripada merokok, yang ditemukan untuk meningkatkan kemungkinan kanker pankreas sebanyak 74%.Seperti dikutip Dailymail, penelitian, yang diterbitkan dalam nation Journal of Cancer, menganalisis hasil dari 11 penelitian lain yang melibatkan 6.000 pasien dengan kanker pankreas. Sudah terbukti luas bahwa daging merah dan olahan dapat memicu kanker usus.Karenanya, tahun lalu pemerintan telah menerbitkan pedoman menasihati masyarakat untuk membatasi konsumsi mereka untuk 500g daging merah dan diproses seminggu.Profesor book Larsson, dari Karolinska Institutet di Stockholm mengatakan kanker pankreas memiliki tingkat kelangsungan hidup miskin. "Jadi, penting untuk memahami apa yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Hanya lebih dari 8.000 warga Inggris yang didiagnosis dengan kanker pankreas setiap tahun," ungkap Larsson.Seperti diketahui, penyakit! kanker pankreas sering disebut 'silent killer. Pasalnya, peny! akit ini sering kali tidak menimbulkan gejala awal. Bahkan terkadang jika structure sudah lanjut pun, gejala yang diimbulkan sering kali tidak jelas, seperti nyeri punggung, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.source: http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1818799/maniak-konsumsi-daging-sel-kanker-menyebarbottom custom html 2
Suchmaschine
top custom html 29. Rheas 8. Vultures 7. Ea! gles 6. Hawks and Falcons 5. Owls 4. Seagulls 3. Canada Geese2. Ostriches1. Cassowaries source: http://ngunik.blogspot.com/2011/11/9-jenis-burung-paling-berbahaya-di.htmlbottom custom html 3
Suchmaschine